Hari Batik, TNI dan Petani Kemiri
Tiga Foto Pilihan Editor, 2 Oktober 2013
Oleh Famega Syavira Putri | Yahoo News – 12 jam yang lalu
Setiap hari, tim editorial Yahoo Indonesia memilih tiga foto yang mewakili kisah yang terjadi di Indonesia maupun di dunia.
Hari ini kami memilih tiga foto dari Medan, Malang, dan Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Foto pertama mewakili harapan kita kepada TNI yang lebih merakyat. Seperti bunyi salah satu pasal dalam "Delapan Kewajiban TNI" yaitu "menjadi contoh dan memelopori usaha-usaha untuk mengatasi kesulitan rakyat sekelilingnya".
Seorang anggota TNI menggendong seorang penyandang cacat untuk mengikuti pengobatan gratis di Lapangan Kesdam Medan, Sumut, Rabu (2/9). Pengobatan gratis tersebut merupakan bagian dari kegiatan bakti sosial yang digelar Kodam I Bukit Barisan dalam rangka menyambut HUT TNI ke-68. ANTARA FOTO/Septianda Perdana
Foto kedua bercerita tentang petani kemiri yang menjual hasil kerja kerasnya Rp6.000 per kilogram.
Seorang petani memecahkan buah kemiri untuk dipisahkan dari kulitnya di Bontosikuyu, Kepulauan Selayar, Rabu (2/10). Kemiri kupas ini dijual seharga Rp 6 ribu per kilogram. ANTARA FOTO/Sahrul Manda Tikupadang
Foto terakhir adalah foto peringatan hari batik. Jangan lupa, yang disebut batik adalah teknik pembuatannya. Jadi, kain yang diprint dengan mesin bukanlah batik yang diakui UNESCO sebagai warisan budaya bangsa.
Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 5 Malang menyelesaikan pembuatan batik tulis di depan kelasnya, Malang, Jawa Timur, Rabu, 2 Oktober 2013. Kegiatan membatik ini dilakukan dalam rangka memperingati hari Batik Nasional dan sebagai wujud pelestarian budaya bangsa. TEMPO/Aris Novia Hidayat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar